Pernah merasa sudah belajar IELTS berbulan-bulan, rajin latihan soal, bahkan hafal berbagai struktur grammar, tapi skor Writing kamu tetap mentok di angka 5.5 atau 6.0?
Kalau iya, kamu tidak sendirian.
Banyak peserta IELTS mengalami hal yang sama. Mereka merasa sudah “cukup bisa bahasa Inggris”, tapi ketika hasil keluar, nilainya masih jauh dari target. Padahal, salah satu kunci utama untuk naik ke Band 7.0 ke atas bukan hanya soal grammar atau kosakata, melainkan kemampuan parafrase.
Ya, parafrase.
Skill yang sering diremehkan, padahal justru menjadi “senjata rahasia” penilai IELTS untuk menilai kualitas tulisanmu.
Kenapa Parafrase Sangat Penting di IELTS Writing?
Dalam IELTS Writing, kamu hampir selalu diminta untuk “mengulang” informasi dari soal dengan kata-katamu sendiri.
Contohnya:
- Di Task 1, kamu harus mendeskripsikan grafik.
- Di Task 2, kamu harus menulis ulang topik pertanyaan di paragraf pembuka.
Kalau kamu hanya menyalin kata-kata dari soal, penilai akan menganggap kamu kurang mampu mengolah bahasa. Akibatnya, skor Lexical Resource dan Task Achievement bisa turun.
Sebaliknya, jika kamu mampu memparafrase dengan natural, variatif, dan tepat makna, penilai akan melihatmu sebagai peserta dengan kemampuan bahasa tingkat lanjut.
Itulah sebabnya, menguasai teknik parafrase bukan pilihan. Ini kewajiban.
Teknik 1: Ganti Kata dengan Sinonim yang Tepat
Teknik paling dasar dalam parafrase adalah mengganti kata dengan sinonim.
Namun, ingat: bukan asal ganti.
Contoh:
“Many students face difficulties in learning foreign languages.”
Parafrase:
“A large number of learners encounter challenges when studying foreign languages.”
Di sini:
- many → a large number of
- students → learners
- face → encounter
- difficulties → challenges
- learning → studying
Maknanya tetap sama, tapi bahasanya lebih kaya.
Tips penting: Jangan menggunakan sinonim yang jarang kamu pahami. Salah pilih kata bisa mengubah arti kalimat.
Teknik 2: Ubah Struktur Kalimat (Active ↔ Passive)
Selain mengganti kata, kamu juga bisa memparafrase dengan mengubah struktur kalimat. Contoh:
“People use social media to share information”.
Parafrase:
“Social media is widely used by people to share information.”
Atau:
“Information is often shared through social media platforms.”
Maknanya sama, tapi strukturnya berbeda.
Teknik ini sangat efektif untuk membuat tulisanmu terlihat lebih fleksibel dan akademik.
Teknik 3: Ubah Bentuk Kata (Word Form)
Bahasa Inggris memiliki banyak bentuk kata: noun, verb, adjective, adverb. Mengubah bentuk ini adalah cara pintar untuk parafrase.
Contoh:
“The government decided to reduce pollution.”
Parafrase:
“The government made a decision to reduce environmental pollution.”
Di sini:
- decided (verb) → made a decision (noun phrase)
Teknik ini sering digunakan oleh peserta Band 7+ karena menunjukkan kontrol bahasa yang matang.
Teknik 4: Gabung, Pisah, dan Susun Ulang Ide
Parafrase bukan hanya soal kata, tapi juga cara menyusun ide.
Kamu bisa:
- Menggabungkan dua kalimat
- Memecah satu kalimat
- Menyusun ulang urutan informasi
Contoh:
“Many people prefer online shopping because it is convenient and saves time.”
Parafrase:
“Due to its convenience and time-saving nature, online shopping has become the preferred choice for many consumers.”
Kalimatnya lebih padat, akademik, dan natural.
Ini ciri khas tulisan Band 7 ke atas.
Kesalahan Fatal Saat Parafrase
Sebelum lanjut, perhatikan beberapa kesalahan yang sering membuat skor jatuh:
❌ Copy-paste sebagian kalimat
❌ Ganti kata tapi maknanya berubah
❌ Menggunakan sinonim yang tidak umum
❌ Memaksakan kata “terlalu advance” tapi salah konteks
Ingat, IELTS tidak mencari tulisan yang ribet. Mereka mencari tulisan yang jelas, akurat, dan natural.
Kenapa Banyak Peserta Gagal Menguasai Parafrase?
Jawabannya sederhana: kurang bimbingan yang tepat.
Banyak belajar sendiri dari YouTube atau TikTok, tapi:
- Tidak tahu apakah parafrasenya sudah benar
- Tidak pernah dikoreksi secara detail
- Tidak paham standar penilaian resmi IELTS
Akhirnya, latihan banyak, tapi progres lambat.
Di sinilah peran mentor dan sistem belajar yang terstruktur menjadi sangat penting.
Solusi: Belajar Parafrase Secara Terarah di Program IELTS Plus 7.0+
Jika kamu benar-benar menargetkan Band 7.0 ke atas untuk studi, beasiswa, atau karier global, kamu butuh lebih dari sekadar “belajar sendiri”.
Salah satu program yang dirancang khusus untuk target ini adalah Program IELTS Plus 7.0+ dari Gooders.
Program ini merupakan kelas persiapan intensif yang fokus pada penguasaan strategi tingkat lanjut di semua komponen IELTS: Listening, Reading, Writing, dan Speaking.
Yang membedakan program ini adalah:
✔️ Dibimbing mentor profesional dengan skor IELTS 7.0++
✔️ Fokus pada IELTS band descriptors resmi
✔️ Latihan terstruktur dan simulasi tes standar internasional
✔️ Personalized feedback khusus Writing Task 1 & 2 dan Speaking
✔️ Sistem evaluasi data-driven sesuai kelemahan masing-masing peserta
Dalam kelas ini, kamu tidak hanya diajarkan “cara parafrase”, tapi juga:
- Kenapa jawabanmu salah
- Bagaimana memperbaikinya
- Bagaimana menerapkannya di kondisi tes sebenarnya
Hasilnya? Kamu tidak cuma paham teori, tapi siap praktik di hari ujian.
Kalau kamu serius ingin upgrade skor IELTS-mu, kamu bisa langsung daftar melalui link berikut:
👉 https://form.jotform.com/higooders/daftargooders
Penutup: Parafrase Bukan Bakat, Tapi Skill
Banyak orang berpikir, “Aku memang nggak jago nulis bahasa Inggris.”
Padahal, kenyataannya: parafrase adalah skill yang bisa dilatih.
Dengan teknik yang tepat, latihan terarah, dan bimbingan profesional, siapa pun bisa naik level.
Mulailah dari sekarang:
- Latih 4 teknik di atas
- Evaluasi tulisanmu
- Cari feedback yang berkualitas
- Bangun strategi yang matang
Karena di IELTS, bukan yang paling pintar yang menang, tapi yang paling siap.
Dan kesiapan itu dimulai dari satu hal sederhana: menguasai parafrase.
Jika membagikan artikel ini, mohon sertakan sumber dari gooders.id.
Terima kasih